Selasa, 19 Maret 2019

Dasar-Dasar Public Relation


Definisi Public Relations
  • Usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. (Coulsin-Thomas, 2002).
  •  Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi (Maria, 2002, p.7).
  • Kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (Alma, 2002, p.145).
  •  Suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat (Marston,1999, p.1).
  • Suatu perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah pihak (Scholz,1999,p.2)
  • Proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. (Widjaja,2001).
  • fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002). 
  •  fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas. (Wilcox dan Cameron,2006,p.5)

Edward L. Berneys  menyatakan PR memiliki tiga macam arti:
  1.    Memberi informasi kepada masyarakat
  2.   Persuasi yang dimaksudkan untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat terhadap lembaga demi kepentingan kedua belah pihak
  3. Usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan antar lembaga dengan sikap perbuatan masyarakat dan sebaliknya
     Tujuan Humas
      Mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).

      TUJUAN PUBLIC RELATION ROSADY RUSLAN (2001, P.246)
  1. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen
  2. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan
  3. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
  4. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
  5.  Mendukung bauran pemasara

14 Tujuan Public Relation sebuah perusahaan Jefkins (2003, p.54)
  1. Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
  2. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai
  3. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
  4. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.
  5. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
  6. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
  7. Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
  8. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis
  9. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
  10. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru
  11. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
  12. Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
  13. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal

      Menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007).
      Menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).
    Fungsi Humas
      Satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut. Maria (2002, p.31)
 Fungsi Humas menurut Black, 2002.
  1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
  2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
  3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
  4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Djanalis Djanaid (1993) menyebutkan dua fungsi PR, yakni fungsi konstruktif dan fungsi korektif.
     1. Fungsi Kosntruktif
mendorong humas membuat aktivitas ataupun keg
iatan-kegiatan yang terencana,berkesinambungan yang cenderung bersifat proaktif. Termasuk di sini humas bertindak secara preventif (mencegah).
2.    Fungsi Korektif
Mengatasi terselesaikannya masalah-masalah (krisis) organisasi/lembaga terjadi dengan publik 

 PR menurut Cutlip and Center
  1. Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi
  2. Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik pada perusahaan.
  3. Melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan organisasi untuk kepentingan umum.
  4. Membina hubungan secara harmonis antara organisasi dan publik, baik internal maupun eksternal


Peranan, Tugas & Kegiatan
Peranan
      Peranan managerial (communication manager role)
      Peranan teknis (communication technician role)
  •      3 Peranan Manajerial

1.Expert Preciber Communication.
Petugas PR dianggap sebagai orang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dan pasien.
        2.Problem Solving Process Facilitator
Yakni peranan sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada peranan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen (krisis).
3. Communication Failitator.
Perananan petugas humas sebagai fasilitator komunikasi antara perusahaan/organisasi dengan publik. Baik dengan publik eksternal maupun internal.

  • Technician Communication 

Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Dia menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknik komunikasi mana yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas.



Tugas Humas

 3 Tugas Humas
  1.  Menginterpretasikan, menganalisis, dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik, kemudian direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan kebijakan organisasi/lembaga
  2. Mempertemukan kepentingan organisasi/lembaga dengan kepentingan publik.
  3. Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga, khususnya yang berkaitan denan publik.

Cutlip & Center menyatakan ada 6 tugas PR
  1. Mendidik melalui kegiatan nonprofit suatu publik untuk menggunakan barang/jasa instansinya.
  2. Mengadakan usaha untuk mengatasi salah paham antara instansi dengan publik.
  3. Meningkatkan penjualan barang/jasa
  4. Meningkatkan kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari.
  5. Mendidik dan meningkatkan tuntutan serta kebutuhan masyarakat akan kebutuhan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
  6. Mencegah penggeseran penggunaan barang atau jasa yang sejenis dari pesaing perusahaan oleh konsumen.

  Kegiatan humas
      Berkomunikasi dengan berbagai macam simbol komunikasi, verbal maupun nonverbal.
      waktu terbesar adalah untuk koordinasi, perencanaan, dan negosiasi.

ALAT – ALAT HUMAS
       IKLAN 
       PAMERAN
      MEDIA INTERNAL
      FOTOGRAFI
       FILM
      PERS

  IKLAN
     4 Jenis iklan korporat versi Rhenald Kasali
  1.      Public relation advertising
  2.      Institutional advertising
  3.     Corporate identify advertising,
  4.     Recruitment advertising.

1.  Public Relation Advertising
Ditujukan kepada masyarakat dengan tujuan menjelaskan tentang suatu hal menyangkut pelayanan. 
Sifat pesanannya adalah informatif atau sekedar pemberitahuan melalui media massa.


2.  Institutional Advertising
Bertujuan untuk memperkuat image dan awareness.
Pesan-pesan yang disampaikan cenderung lebih filosofi.


3. Corporate Identity Advertising
Menampilkan beberapa identitas perusahaan yang terdiri dari grafik, logo, warna identitas, nama perusahaan, dan desain fisik lainnya
biasanya digunakan bila perusahaan ingin menyampaikan adanya perubahan identitas.


4. Recruitmen Advertising
Bentuk, ukuran, desain, penggunaan kata, dan kejujuran dalam iklan lowongan pekerjaan menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat untuk menilai reputasi perusahaan.
  
PAMERAN
      Merupakan ajang publikasi yang baik.
      Pembukaan pameran biasanya mengundang pejabat,tokoh masyarakat, dan pers.
      menyebarkan sebanyak mungkin publikasi melalui kartu, display, booklet, leaflet tentang perusahaan. 
      Stand pameran mencerminkan perusahaan
      Penjaga stand harus mencerminkan budaya organisasi
      Bahan-bahan pameran mencerminkan kualitas produk

MEDIA INTERNAL
      Merupakan suatu terbitan yang ditujukan untuk publik internal, berisi tentang beberapa informasi perusahaan, sifatnya top down maupun bottom up, tujuannya untuk menciptakan kondisi yang well informed dan membina loyalitas antara karyawan dengan perusahaan.

FOTOGRAFI
      Kekuatan gambar (foto) melebihi kata-kata. Selalu memberi dampak otentik.
      Diperlukan sebagai bahan publikasi, laporan, berita, iklan, maupun untuk kepentingan arsip/dokumentasi.

FILM
      Merupakan media komunikasi, instruksi, riset dan sebaginya.
      Tidak hanya film dokumenter, film ceritapun merupakan media yang efektif.
      Dewasa ini , film-film profesi bermunculan dan membawa misi mengangkat citra profesi tertentu.
      Tujuan film adalah membentuk image positif

PERS
      adalah radio, televisi, surat kabar, majalah, dan buku.
      Media massa mempunyai sifat serempak, dapat menjangkau khalayak luas dan priodik
      Kegiatan yang dilakukan: jumpa pers, perss tour, press clipping.
      Humas juga dapat memposisikan pers sebagai sumber informasi dan evaluasi.

MACAM – MACAM HUMAS
      HUMAS PEMERINTAHAN
       HUMAS INDUSTRI DAN BISNIS
      HUMAS SOSIAL
      HUMAS PROFESI
      HUMAS ORGANISASI INTERNASIONAL

 HUMAS PEMERINTAHAN
      Bersifat politis.
      Mengembangkan suatu konsepsi mengenai peranan public opinion. 
      Kegiatan yang biasanya ditangani antara lain adalah konfrensi pers, membuat press release, press clipping, pameran-pameran, menerbitkan media intern, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasi semua kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat, menerima keluhan masyarakat/publik.

HUMAS INDUSTRI DAN BISNIS
      Fungsi manajemen yang turut menetukan suksesnya operasi suatu perusahaan. 
   Beberapa Penerapan Humas dalam Industri dan Bisnis
  1. Hubungan dengan Pelanggan (MPR)
  2. Hubungan dengan pemegang saham
  3. Hubungan dengan karyawan
HUMAS SOSIAL
4. Hubungan dengan Pers
5. Hubungan dengan Komunitas
      Misi utama humas sosial adalah mengembangkan saling pengertian, kepercayaan, dan bantuan atas keja sama.
      Contoh humas sosial:
  1. Humas Penegak Hukum
  2. Humas Organisasi  Keagamaan
      Tugas Humas Penegak hukum
mendengarkan dan tanggap terhadap kepentingan umum supaya mereka dapat membantu masyarakat dengan baik.
      Humas Organisasi keagamaan
sekarang banyak memiliki staf humas yang mengurusi publikasi, publisitas, penerangan, pengumpulan dana, dan penyelenggaraan special event.

HUMAS PROFESI
      Humas profesi adalah untuk mendapat pengakuan akan keprofesionalan dan publikasi tentang apa yang telah mereka lakukan bagi kepentingan masyarakat banyak.
      Contoh: Humas Organisasi Sukarela
Sam Black (1998) menyebutkan bahwa aktivitas suatu organisasi sukarela yang besar apapun macamnya adalah suatu praktik humas yang kontinu karena sebagian besar dari para pekerja, baik di pusat maupun di cabang-cabangnya yang tersebar, tidak dibayar. Namun, dana selalu diperlukan untuk memelihara semangat yang tinggi dengan tetap menarik simpati mereka terhadap tujuan organisasi dan dengan memelihara kepercayaan mereka terhadap kebijakan dan efisiensi organisasi.

HUMAS ORGANISASI INTERNASIONAL
      Lahirnya hubungan internasional disebabkan oleh adanya perubahan sangat cepat di dalam segala bidang
      Bidang yang berkembang: bidang pariwisata, bidang komunikasi, transportasi, tukar menukar di bidang pendidikan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, timbulnya masalah internasional dalam bidang ekonomi, politik, dan sebagainya.
      Contoh kegiatan humas internasional: konferensi-konferensi tingkat dunia yang dihadiri oleh banyak Negara. 

Fenomena Humas
      Kisah di Balik Sukses Jurrasic Park
      Kisah Mac Donald
      Kisah Lemak Babi Dancow
      Kisah Arianespace
      Kisah Hallmark

  Kisah di Balik Sukses Jurrasic Park
      Film Jurrasic Park mengambil obyek tentang dinosaurus telah memecahkan rekor penjualan (box office record)
      Strategi humas digunakan dalam pemasaran produksi film
      Sebelum film dilemparkan ke pasar dan diputar di bioskop, masyarakat dibuat “demam dinosaurus” melalui strategi dan kampanye kehumasan.
      Sebulan sebelumnya, khususnya anak-anak, menikmati cerita dinosaurus melalui seribu artikel yang ditulis di media massa.
       Seminggu sebelum pertunjukan perdana, 438 surat kabar, tabloid, mingguan, dan majalah menulis artikel tentang Jurrasic Park.
      Semuanya menimbulkan “demam dinosaurus” dan rasa penasaran terhadap film Jurrasic Park.
      Keberhasilan film terbangun dengan adanya publikasi (press release dan feature stories) yang sukses.


  Kisah Mac Donald
       Suatu ketika di Amerika Serikat beredar rumor McD terbuat dari daging cacing, akibatnya terjadi penurunan penjualan McD.
      Humas McD merespon dengan serangkaian kampanye kehumasan.
      Langkah pertama humas adalah menulis beberapa release dan artikel di beberapa surat kabar tentang profil McD.
      Penekanan topik berita/artikel adalah reputasi McD yang dibangun dengan sungguh-sungguh dan kotribusinya dalam bidang sosial kesehatan.
       Setelah langkah pertama dijalankan, humas melakukan riset dengan menyebar angket untuk mengetahui sikap masyarakat.
      Dari angket yang masuk, ternyata sebagian masyarakat percaya bahwa McD menjaga reputasi dengan baik, namun mereka sebagian besar memilih sikap tidak mau memakan McD lagi.
      Selidik punya selidik, masalahnya bukan pada citra, melainkan pada sikap masyarakat yang jijik dengan cacing.
      humas pun melancarkan kampanye kedua dengan merubah topik tulisan.


 Kisah Mac Donald
       Topik seputar cacing sebagai alternatif makanan di beberapa daerah (terutama Amerika Latin).
      Cacing ternyata memiliki kadar protein yang tinggi, dan berkhasiat sebagai bahan obat-obatan.
      Daging cacing lebih mahal daripada daging ham atau sapi dan lainnya.
      Tujuan kampanye PR. Pertama, menanamkan pengertian bahwa reputasi merupakan hal penting bagi McD, sehingga tidak mungkin McD gegabah mengganti bahan dasarnya dengan daging cacing. Kedua, menanamkan pengertian pada masyarakat bahwa cacing bukanlah binatang menjijikkan yang bermanfaat bagi kesuburan tanah, tapi merupakan bahan makanan khas suku tertentu


  Kisah Lemak Babi Dancow
      1985-an sebuah majalah fakultas Unibraw memuat tulisan dosen tentang daftar bahan makanan yang mengandunng lemak babi. Salah satunya adalah produk Nestle-susu dancow.
      Tulisan tersebut kemudian dikutip oleh sebuah surat kabar. Maka terjadilah gempar!
       Masyarakat muslim mengutuk dan memboikot
      Maka dibuatlah release dan artikel tentang bahan dasar susu dancow yang diambil dari para peternak sapi di daerah Nongkojajar-Pasuruan dan Pujon-Batu-Malang.
      Diturunkan berita pengakuan para peternak yang berusaha keras k menjaga “kadar lemak” susu sapi ternaknya, jangan sampai berlebihan.
      Muncul juga sejumlah pernyataan, himbauan, dan pembuktian oleh tokoh masyarakat (menteri koperasi, peternak, dan tokoh-tokoh agama) akan kehalalan dancow.
      Sejumlah tulisan perlunya pelabelan halal pada semua kemasan produk, sebagai tuntutan masyarakat muslim.

Kisah Arianespace
      1990 Indonesia membuka tender peluncuran satelit Palapa dengan kontrak bernilai miliaran dolar AS. 
      Sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan transportasi luar angkasa menawarkan jasanya.
      Ada empat peserta tender, yaitu Amerika-NASA yang menjadi langganan Indonesia sebelumnya, Titan-Rusia, Long Marc-Cina, dan Arianespace-Perancis.
      Dalam waktu 6 bulan dari penawaran tender akan diumumkan siapa pemenangnya
      Strategi PR Arianespace:
Ø    
Melakukan analisis SWOT (kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman)
             Ã˜    Melancarkan serangkaian strategi dan kampanye PR untuk memenangkan tender.
      Salah satunya membangun pengetahuan masyarakat akan adanya perusahaan berikut kelebihannya di beberapa surat kabar, majalah khusus ruang angkasa, dan televisi
      Mengajak beberapa wartawan Indonesia datang ke Kuoru Citymenyaksikan dari dekat teknologi dan peluncuran satelit.
      Pada bulan diumumkannya pemenang tender, Arianespace yang memenangkan tender. keputusan ini banyak mendapat protes, khususnya pihak Amerika yang kurang waspada (karena sudah menjadi langganan). Namun seluruh pers mendukung keputusan pemerintah

Kisah Hallmark
      Hallmark adalah perusahaan pembuat dan distributor kartu terkenal di Amerika.
      Pusat perusahaan berada di Kansas City dan dikelola oleh profesional yang sangat mengerti akan manfaat humas bagi perusahaannya.
      Musim semi pada tahun 1950-an Kansas City dilanda bencana banjir terbesar dalam sejarah Kansas City.
      Akibatnya kota Kansas mengalami kondisi yang sangat burukbanyak industri mengalami kerugian besar-besaran, termasuk Hallmark.
      Akhirnya Hallmark mengundang konsultan humas untuk mengatasi Kansas City yang sedang “rusak”.
      Mereka mengembangkan cerita dan foto-foto yang menggambarkan Kansas segera berbenah diri secara cepat akibat banjir, bahkan menjadi lebih baik sebelum bencana itu datang.
      Beberapa tahun kemudian Hallmark merencanakan untuk ekspansi ke New Jersey.
       Mereka membangun gudang dan pusat distribusi di sana. Kerangka baja bangunan hampir selesai ketika ada seseorang yang menemukan seekor burung yang membuat sangkar di salah satu sudut rangka bangunan. Ada telur dalam sangkar tersebut.
      Atas saran konsultan humasnya, Hallmark segera membuat keputusan untuk menghentikan pembangunan sampai saat burung tersebut membesarkan anak-anaknya dan pergi meninggalkan sarang.
      Keputusan ini berakhir dengan sangat mengharukan.
      Ketika burung tersebut pergi, ternyata New Jersey dilanda badai yang sangat besar. Seandainya dinding-dinding sudah mulai didirikan sebelumnya, barangkali juga akan roboh dilanda badai.
      Kebaikan hati Hallmark telah mendapat imbalan yang setimpal dari alam.
      Kisah tersebut mempesona seorang wartawan Saturday Evening Post yang saat itu memiliki distribusi dan oplah yang bagus.
      Dibuatlah cerita tentang “industri cinta” dengan memilih Hallmark sebagai suatu fenomena.
      Kesimpulan penulis, Hallmark tidak hanya menjual sentiment, melainkan mengamalkannya.
      Suatu reputasi yang sangat menguntungkan dalam bisnis kartu romantis
      Sumber berita memiliki kredibilitas yang tidak diragukan di pers. Penulis mewawancarai eksekutif Hallmark, konselor humasnya, dan tokoh LSM pengamat burung tentang kebenaran cerita tersebut

PROFIL HUMAS
1. Humas yang Melembaga/In-House PR
2.   Humas Agency/Ekstern PR
      Profil Petugas Humas

 1. Humas yang Melembaga/In-House PR
      Organisasi humas dalam perusahaan diistilahkan sebagai humas yang melembaga/state of being
      Sebagai bidang yang melembaga, berarti memiliki seseorang yang memimpin, memiliki staf, dan memiliki ruang/tempat dan sarana/prasarana pendukungnya.
      Jabatan-jabatan yang ada dalam bagian humas memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas.
      Pengorganisasian di sini adalah tentang struktur, wewenang, tugas, dan tanggung jawab
      Humas yang melembaga lebih dikenal dengan istilah bagian/departemen/divisi humas/PR communication. Dalam bentuk ini terdapat dua sistem,yaitu:
a.    Sistem desentralisasi
b.    Sistem sentralisasi 

 Sistem desentralisasi
  • Diterapkan pada perusahaan yang besar
  • Manajemen mengerti pentingnya PR sebagai suatu pendekatan manajemen
  • Aktivitas PR dikelola secara mandiri oleh Direktur Public Relations beserta staf-stafnya.
  • Pengelolaannya  meliputi perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasinya.
  • Bagian ini membuat / merancang program-program PR bagi perusahaan secara proaktif maupun reaktif.

Sistem sentralisasi 
  • Diterapkan pada perusahaan yang tidak besar.
  • Aktivitas PR diorganisasi secara terpusat atau oleh pusat.
  • Posisi atau kedudukan praktisi PR biasanya berada di bawah bagian yang lain dan berada di tingkat lower-middle management.
  • Penerapan kedua sistem di atas tergantung beberapa hal berikut:

1. Besar kecilnya perusahaan2. Struktur organisasi perusahaan3. Arti penting PR bagi manajemen4. Karakteristik khas kehumasan 5. Masing-masing lembaga

2. Humas Agency/Ekstern PR
   •      Ekstern PR adalah sebuah lembaga/perusahaan independen yang berbadan hukum dan bergerak dalam layanan di bidang humas.
   •      PR ekstern meliputi :
    a.  PR full service
    B. PR consultant

 PR full service
         Perusahaan tersendiri dalam bisnis pelayanan kehumasan, meliputi kegiatan konseling dan konsultasi
            PR consultant
  Perusahaan PR yang bergerak dalam layanan konsultasi kehumasan. Dewasa ini ada konsultan perseorangandia bekerja sendiri tanpa adanya staf
      Beberapa contoh PR consultant dan full service di Indonesia adalah Fortune-PR, Ida Sudoyo dan Associates, Eksekutif PR, Indo PR, M-PR consultant, Ganesha PR, Soedarto dan Noeradi PR counselor.
       Event organizer: Perusahaan yang melayani jasa sebagai pelaksana sebuah event / kegiatan yang berhubungan dengan publik. Perusahaan ini cenderung spesialis, misalnya:
1
. Launching product
2
. Pameran, exhibition
3
. Pertemuan-pertemuan (seminar, lokakarya, konvensi, konferensi)
4
. Jumpa pers/press conference, press tour, dan sebagainya
5
. Show dan kontes-kontes

Profil Petugas Humas
      Terampil, khususnya di bidang penulisan (writing), speaking, mendengarkan, membaca, dan menggunakan alat –alat komunikasi lainnya.
      Memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai macam media dan memahami proses manajemen.
      Memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah (problem solver), dalam mengambil keputusan, mengelola opini publik, mengevaluasi kecenderungan perilaku dan respon publik.
      Memiliki selera dan kepribadian yang baik tentang etika, simpati dan empati, kepemimpinan, semangat/etos, kreativitas dan imajinasi, kematangan /stabilitas kepribadian serta integritas pribadi.   

  ORGANISASI PROFESI HUMAS

      Perhumas
      PRSA
      IPRA

Perhumas
      15 Desember 1972praktisi humas Indonesia mendirikan Perhumas (perhimpunan hubungan masyarakat Indonesia) di Jakarta.
      Maksud pendirian ini untuk menghimpun dan membentuk wadah bagi praktisi.
      Tujuannya:
a.    Meningkatkan perkembangan dan keterampilan profesional hubungan masyrakat di Indonesia
b.    Memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai hubungan masyarakat
c.    Meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman di anatara para anggotanya
d.    Menyelenggarakan hubungan dengan organisasi-organisasi serumpun dengan bidang hubungan masyarakat, di dalam maupun di luar negeri
      1977 Perhumas memprakarsai berdirinya organisasi humas di Asia Tenggara, yakni FAPRO (Federation of ASEAN Public Relations Organization) di Kuala Lumpur.
      Indonesia melalui Perhumas ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi FAPRO di Jakarta.
      Perhumas telah mendapatkan kode etik profesi dan telah terdaftar di Departemen Dalam Negeri dan Departemen Penerangan (waktu itu), serta tercatat dan diakui oleh International Public Relations Association (IPRA)
PRSA (Public Relations Society of America)
      Berdiri tahun 1947 dan berkantor pusat di New York.
      Tujuannya :
1)    Untuk menyatukan mereka yang melakukan kegiatan di bidang humas
2)    Untuk mempertimbangkan segala masalah yang dihadapi bidang kehumasan
3)    Untuk merumuskan, memajukan, menjelaskan kepada kelompok-kelompok usaha, profesional, dan lain-lain, serta masyarakat, tujuan-tujuan, dan fungsi humas, dan mereka yang bergiat di bidang humas
4)    Untuk memperbaiki hubungan pelaksana humas dengan para majikan dank lien, dengan media mapan mengenai informasi dan opini, dan dengan masyarakat
5)    Untuk memajukan dan berusaha mempertahankan standar yang tinggi pelayanan umum dan tingkah laku
6)    Untuk bertukar pikiran dan pengalaman, dan untuk menghimpun dan menyebarkan informasi yang bernilai kepada para petugas humas dan masyarakat
7)    Untuk menggiatkan, mensponsori, dan membantu perkembangan riset belajar dan cara mengajar dalam golongan masyarakat humas melalui ceramah-ceramah dan kursus-kursus lain yang dapat menjadi keharusan dan dilakukan secara beraturan pada lembaga-lembaga pendidikan yang mapan
8)    Menyediakan sarana dan kesempatan bagi riset dan analisis mengenai setiap dan segala segi kehumasan melalui berbagai forum, diskusi, survey, pertemuan umum, pameran, dan konferensi
9)    Untuk menerbitkan pamflet, buku, monografi, dan secara umum menyebarkan informasi mengenai masalah humas
10)    Untuk memberikan, menghibahkan, dan mensponsori pemberian beasiswa dan hadiah pada lembaga pendidikan yang diakui bagi pengkajian dan riset di bidang humas
 International Public Relations Association (IPRA)
      Organisasi humas di tingkat internasional terbentuk Mei 1955 di Stratford-Upon-Avon dengan nama International Public Relations Association (IPRA)
      Tujuannya:
a.    Menyediakan jalur bagi pertukaran gagasan dan pengalaman profesional
b.    Mengadakan suatu rotasi (perputaran) apabila anggotanya setiap saat memerlukan pemberitahuan dan bimbingan, dapat meyakini akan kebaikan dan bantuan dari para anggotanya di seluruh dunia
c.    Membantu mencapai kualitas tertinggi tentang praktik kehumasan
d.    Meningkatkan praktik kehumasan di semua bidang kegiatan di dunia dan memajukan nilai-nilai dan pengaruhnya
e.    Meninjau dan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang mempengaruhi praktik kehumasan yang biasa terjadi di berbagai Negara
f.    Menerbitkan berbagai bulletin, majalah, atau terbitan-terbitan lain, termasuk “Who’s Who” di bidang humas internasional
g.    Mengerjakan kegiatan-kegiatan lain yang mungkn dapat menguntungkan para anggotanya atau memberikan kemajuan bagi praktik kehumasan di seluruh dunia 
      Link IPRA

      Link IPRA
      FranceInformation Press & Communication
      Link IPRA
      NetherlandsLogeion, Assocation for Communication
      Link IPRA
      Republic of KoreaKorea Public Relations Association (KPRA)
      Russian FederationRussian Public Relations Association (RPRA)
      SloveniaPublic Relations Society of Slovenia

 TOKOH DAN PERISTIWA PENTING
      Sejak zaman Yunani kuno dan kekaisaran romawi, aktivitas-aktivitas yang mirip humas pada masa itu telah menjadi bagian integral dari pemerintahan. Pihak pertama yang menerapkan teknik-teknik kehumasan dalam “manajemennya” adalah pihak pemerintahan.
      1807 ketika Presiden Thomas Jefferson dari Amerika sedang mengarang pidatonya yang ke 7 bagi kongres, diperkirakan saat itu dia adalah pemakai istilah humas yang pertama. Ia mencoret kata state of thought dan sebagai gantinya ia menuliskan public relations.
      1903, seorang tokoh dari Amerika yang kemudian dikenal sebagai “Good Father of PR”, Ivy Ledbetter Lee meninggalkan pekerjaannya sebagai reporter dan memulai pekerjaannya sebagai agen pers.
      1906, ia melontarkan pernyataannya yang termashur. Ia berjanji: “menyediakan berbagai macam informasi yang cepat serta akurat, khususnya mengenai segala sesuatu yang bernilai tinggi dan menyangkut kepentingan umum, sehingga memang perlu diketahui oleh segenap lapisan masyarakat”. 
      1914, Ivy Ledbetter Lee menjadi penasihat pribadi raja minyak Amerika, John Rockeffeler Jr.
      1919 ia menggunakan istilah public relations.
      Kegiatan kehumasan juga dilakukan oleh komisi asuransi Inggris, 1919, atas instruksi Llyod George, chancellor of the exchequer (bendahara negara) untuk menjelaskan undang-undang asuransi nasional. 
      Ia mengorganisir tim khusus, bertugas memberi penjelasan rancangan pensiun bagi kaum lanjut usia yang pertama di dunia kepada masyarakat luas
      Perang dunia I merupakan pendorong bagi humas Amerika Serikat.
      Presiden Wilson membentuk panitia penerangan masyarakat sebagai tanggapan atas usulan seorang wartawan sahabatnya, George Creel.
      Panitia Creel berkembang menjadi perusahaan besar yang mendemonstrasikan kekuatan publisitas yang terorganisir.
      Di antara orang berbakat dalam kelompok Creel, muncullah seorang tokohyang pada 1999 dikukuhkan sebagai “God Father of PR” atas pemikirannya dalam falsafah dan pendidikan humas, yaitu Edward L. Bernays.
      Ia mengatakan bahwa public relations bukan semata-mata ilmu komuikasi, melainkan adalah terapan ilmu sosial yang sangat luas.
      Antara 1926 - 1933, di Inggris berlangsung upaya kehumasan besar-besaran pada zamannya.
      1926, Kerajaan Inggris membentuk Dewan Penasihat Kerajaan yang merupakan tanda pertama digunakannya humas sebagaimana kita kenal sekarang.
      Tujuan dari dewan inimembuat kerajaan tetap menjadi pikiran rakyat Inggris.
       Sir Stephen Tallents, atas nama Dewan Pemasaran Kerajaan (Empire Marketing Board) menyediakan dan membelanjakan dana kerajaan satu juta poundsterling untuk mempopulerkan buah-buahan serta berbagai macam produk Inggris lain di kalangan masyarakatnya.
      Di antara kedua Perang Dunia, terjadi perkembangan pesat aktivitas humas di setiap bidang kehidupan Amerika Serikat.
      Tanda-tanda akan pecahnya Perang Dunia II mempercepat tendensi tersebut dan sekali lagi Pemerintah Amerika merintis jalan dengan membentuk kantor informasi perang (OWI-the office of war information) di bawah pimpinan Elmer Davis. 
      Presiden Andrew Jackson adalah presiden pertama yang sangat menggantungkan diri pada wartawan untuk mendapatkan nasihat dan bantuan
      Staf Presiden F. Delano Roosevelt mempergunakan radio untuk mengudarakan obrolannya yang terkenal guna membangun kepercayaan dan mendapatkan dukungan bagi programnya.
      Pendekatan itu kemudian dipakai oleh Presiden John F. Kennedy dengan media komunikasi baru, televisi.
      Pecahnya Perang Dunia pada 1939, sekali lagi di Inggris dibentuk kementrian penerangan. Pada saat yang bersamaan juga dibentuk unit-unit humas di semua cabang angkatan bersenjata.
      Ketika Perang Dunia berakhir diputuskan untuk mengganti kementrian penerangan dengan suatu lembaga nonkementrian, yaitu Kantor Pusat Penerangan. Penunjukan seorang petugas humas oleh National Association of Local Government Officer pada tahun 1937 dilengkapi dengan sistem kehormatan dan para petugas humas cabang
      Sejarah Humas di Indonesia
      Dokumen sejarah humas di Indonesia tidak selengkap dan sebaik negara-negara Eropa (Inggris) dan Amerika.
      Banyak faktor yang mempengaruhi, selain mental adalah keahlian dalam mendokumentasikan kejadian penting.
      Budaya penelitian di dunia ketiga jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika
      Alwi Dahlan dalam suatu Konvensi Nasional Humas di Surabaya, 1944, pernah mengatakan bahwa dalam sejarah RI, peristiwa humas pertama kali terjadi pada 18 Agustus 1945.
      Bung Karno memutuskan untuk menunda sidang PPPK agar dapat memberi penjelasan kepada pers mengenai pemilihan presiden sebelum membahas perumusan rancangan UUD.
      Sementara itu, M. Linggar dalam bukunya yang terbit tahun 2000 mengatakan praktik humas dalam pengertiannya yang paling hakiki sudah ada di Nusantara sebelum kedatangan Belanda.
      Sebagai suatu contoh adalah usaha Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram, untuk menyebarkan gossip ia dan keturunannya akan menjadi pasangan dan lindungan Nyai Roro Kidul
      Menurut salah satu versi sejarah dimaksudkan untuk menyaingi pengaruh para Adipati di pesisir Pantai Utara Jawa yang kekuasaannya direstui oleh para Sunan (wali) yang sangat disegani.
      Kepeloporan pemerintah terhadap bidang humas berkembang di sektor publik.
      1970 praktisi semua instansi pemerintah mempunyai bagian humas yang terlembaga dalam struktur kantor pemerintah hingga ke kantor Pemerintah Daerah Tk. II.
      1971 dibentuklah Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (BAKOHUMAS) pada Departemen Penerangan (DEPPEN), yang mengadakan kegiatan-kegiatan dalm rangka meningkatkan kemampuan profesional praktisi humas pemerintahan.
       Hingga DEPPEN dibrendel dalam kepemimpinan Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke – 4 tahun 1999,
      Aktivitas humas tidak berarti mulai diabaikan oleh pemerintah. Ini terbukti dengan tetap adanya bagian humas dalam Dinas Informasi  dan Komunikasi serta digantikan dengan Dirjen Informasi dan Komunikasi RI.
      Presiden Soeharto juga dikenal sebagai presiden yang banyak memanfaatkan aktivitas humas. Bahkan ia menyewa konsultan humas profesional dari negara maju, baik untuk segala aktivitas pribadi maupun untuk kepentingan negara.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar