Minggu, 19 Mei 2019

CAFIFEST 2019


CAFIFEST 2019

Akhir bulan April yang sangat menarik dengan kegiatan berfaedah yang bermanfaat untuk para remaja terutama yang menggeluti dunia perfilman.
Candradimuka sebagai sekolah tinggi ilmu sosial dan politik kali ini menjadi wadah untuk para remaja menyalurkan bakat mereka di dunia perfilman.
Dan tentu saja acara ini di support dari semua sisi terkecil sampai yang paling besar oleh HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) STISIPOL Candradimuka,  semua terlibat saling bahu membahu berkontribusi menyukseskan acara ini.


Baik dari penyebaran poster di berbagai sosial media,  penyebaran undangan ke beberapa sekolah dan lembaga hingga mengkoordinir semua pihak yang terlibat : dari narasumber,  MC,  Sponsor,  Media Patner,  dan lainnya.

Dan Alhamdulillah takada hasil yang sia-sia,  acara ini berjalan dengan sangat baik.
Dibuka dengan talkshow yang diisi oleh ketiga narasumber yang ahli di bidang nya:
1. Rifqi Mardhani (salah satu pengurus di layar taman)
2.  Dilmai Putra (salah satu dosen di Stisipol candradimuka)
3. Dr.  Yuyung Abdi (salah satu dosen S2 di Stisipol candradimuka)
Dipandu dengan narasumber sekaligus Kajur Ilmu Komunikasi stisipol Candradimuka Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A


Dilanjutkan dengan acara puncak screening film sekaligus penyebutan para pemenang dari tiap genre yang ada,  dan acara selesai dengan sangat baik.
Next CAFIFEST 2020

Jumat, 17 Mei 2019

Acara Event Per kelompok

Public Relations Is ART

 
  
.Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas dan masyarakat Kota Palembang, Rabu (1/5) memadati atrium OPI Mall Palembang. Kedatangan mereka untuk mengikuti event workshop public relations yang digelar Stisipol Candradimuka Palembang.



Mengusung tema” Public Relations is ART” event yang pertama digelar oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Reguler Sore Semester 2 mampu menyedot perhatian.

Workshop yang secara resmi dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Sumarni Bayu Anita S.Sos, M.A ini juga berbagi pengalaman dan ilmu bagaimana menjadi pembicara yang handal, menarik dan tidak membosankan.

“Melalui worshop ini diharapkan semua yang hadir dapat menyerap ilmu Public relations, karena butuh keberanian untuk tampil di depan orang banyak,” katanya.

Menjadi public relations yang disukai, menurutnya, si pembicara harus menguasi panggung, dan mengerti keinginan audiens. 

“Berbicara di depan orang banyak atau umum itu harus berani dan kreatif mencari ide agar apa yang kita bicarakan itu membuat orang senang dan menarik untuk di dengar, sehingga ketika kita berbicara mereka tidak bosan untuk mendengarkannya,” katanya.

Menariknya lagi, workshop yang digelar selama tiga jam ini, pantia juga menghadirkan narasumber yang berkompeten lainnya, seperti Cevi Nurgraha S. STP, M.Si Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Persandian Diskominfo Kota Palembang dan Praktisi Kehumasan, Ari Eka Sari S.Ikom presenter, Reporter dan Master Ceremony di TVRI Sumsel.


Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana event Workshop Public Relations Stisipol Candradimuka Palembang M. Syamsul Qomar mengatakan, public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya.

“Public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Persandian Diskominfo Kota Palembang dan Praktisi Kehumasan Cevi Nurgraha S. STP, M.Si bercerita banyak akan kehumasan yang kaitannya sangat erat dengan public relations yang mulai banyak di gemari saat ini.

“Bagian penting dari Humas yaitu membuat kesan (image) , pengetahuan dan pengertian , menciptakan ketertarikan, penerimaan, dan simpati, yang muara akhirnya akan menjalin komunikasi yang baik,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Master Ceremony , presenter dan reporter TVRI Sumsel Ari Eka Sari S.Ikom.

Menurutnya, untuk menjadi public relation, hal yang paling mendasar untuk dibangun adalah pasih dalam mengunakan bahasa.

“Santun berbahasa Indonesia, berbahasa Indonesia dengan santun adalah menggunakan bahasa Indonesia dengan budi bahasa yang halus, nilai rasa yang baik, dan penuh kesopanan,” jelasnya.

Selama menjadi public relation juga sangat penting mengerti dengan bicara lawan bicara, dan mengertinpembahasan apa yang kita sampaikan saat berada didalam.suatu ruangan tersebut.

“Etika umum berbicara di ruang publik yaitu, menatap lawan bicara, volume suara tidak tinggi tetapi cukup keras supaya terdengar, dan mendengarkan dengan sungguh – sungguh,” katanya. 



Kamis, 16 Mei 2019

Etika Relations/ Kehumasan

Etika Relations/Kehumasan
Pengertian Kode Etik
Secara bahasa, kode etik adalah norma dan asas yang diterima oleh kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku (KBBI).


Macam - macam Kode Etik

Kode etik humas meliputi:
Code of conduct –etika perilaku sehari-hari terhadap integritas pribadi, klien dan majikan, media dan umum, serta perilaku terhadap rekan seprofesi.
Code of profession – etika dalam melaksanakan tugas/profesi humas.
Code of publication – etika dalam kegiatan proses dan teknis publikasi.
Code of enterprise —menyangkut aspek peraturan pemerintah seperti hukum perizinan dan usaha, hak cipta, merk, dll

Community Relations

Community Relations

Community relations adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi dengan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling pengertian. Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations, maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini fokusnya adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang dihadapi organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi komunitas itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program community relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama organisasi dan komunitas.

Unsur-unsur Community Relations:
Kesejahteraan komersial
Dukungan agama
Lapangan kerja
Fasilitas pendidikan yang memadai
Hukum, ketertiban dan keamanan
Pertumbuhan penduduk
Perumahan beserta kebutuhannya yang sesuai
Perhatian terhadap keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
Kesempatan bereaksi dan berkebudayaan yang bervariasi
Manfaat Community Relations:
Komunitas pada organisasi
– Reputasi dan citra organisasi yang lebih baik
– Memanfaatkan pengetahuan dan tenaga kerja lokal
– Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang bermutu.

Organisasi pada Komunitas
–   Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan
–   Pendanaan investasi komunitas dan pengembangan infrastuktur

Contoh Kegiatan Community Relations

Aktivitas Kepedulian Sosial Toyota di Indonesia

Untuk meningkatkan performa kontribusi di bidang komunitas, Toyota Indonesia mendirikan departemen Community Relations dan Community Development dalam struktur organisasi. Kegiatan-kegiatan dalam bidang ini umumnya terbagi dalam empat kelompok besar, yaitu infrastruktur, kesehatan dan kebersihan, kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan kami didesain untuk meningkatkan taraf hidup komunitas sekitar Toyota.

Kegiatan-kegiatan Community Relations dan Community Development Toyota Indonesia di antaranya adalah:
1. Infrastruktur
    a. Renovasi gedung sekolah
    b. Renovasi jalan
    c. Pembangunan penerangan jalan
    d. Renovasi rumah tinggal
    e. Lain-lain
2. Kesehatan dan Kebersihan
    a. Pembangunan MCK
    b. Pembangunan sarana air bersih
    c. Penanganan hama
    d. Program peningkatan gizi
    e. Bantuan ambulans
    f. Lain-lain
3. Kegiatan Keagamaan
    a. Sumbangan Hari Raya
    b. Renovasi tempat ibadah
    c. Lain-lain
4. Pemberdayaan Masyarakat
   a. Budidaya ikan air tawar
   b. Budidaya jamur merang
   c. Budidaya tanaman buah-buahan
   d. Pelatihan ketrampilan komputer,                      menjahit & otomotif
   e. Industri rumah tangga
   f. Lain-lain
5. Lain-lain
   a. Bantuan pada Karang Taruna dan                   kegiatan kepemudaan lain
   b. Bantuan pada keamanan swadaya                (hansip)
   c. Bantuan peringatan Hari Besar Nasional
   d. Lain-lain

Media Relations

Media Relations

Media Relations (Hubungan Media) –disebut juga Press Relations— adalah aktivitas menjalin hubungan baik dengan  wartawan, kalangan pers, atau media massa.

Hubungan media merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi  dilakukan humas atau PR sebuah instansi. Tujuan utama media relations adalah membangun citra positif (image building) sebagai tugas utama humas.

Media Relations dilakukan guna memperoleh publisitas, pemberitaan, atau liputan media seluas mungkin.

Bentuk Media Relation paling populer adalah Siaran Pers (Press Release) dan Konferensi Pers (Press Conference).

Umumnya keberhasilan dan popularitas seorang tokoh atau sebuah instansi/organisasi dicapai berkat keberhasilannya membangun hubungan baik dengan media.

Dengan terjalinnya hubungan baik itu, media potensial senantiasa mempublikasikan setiap kegiatannya yang positif dan “berhati-hati” dalam pemberitaan yang negatif.

Menurut Al & Laura Ries dalam buku The Fall of Advertising and The Rise of PR, untuk dapat memenangi kompetisi atau satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetitor adalah dengan cara memenangkan “pertempuran” di media massa.

Media Relations wajib dilakukan Humas (Public Relations) sebuah lembaga agar berdampak pada meningkatnya brand image atau popularitas.

Liputan atau pemberitaan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang baik pula bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam memakai produk perusahaan, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada perusahaan.

Rabu, 15 Mei 2019

Government Relations



Government Relations
Government relations adalah seni berhubungan dengan berbagai lembaga penentu ke
bijakan (eksekutif, legislatif) yang mempengaruhi perusahaan pada level lokal, nasional maupun internasional. Frazier Moeore memberikan asumsi tentang government relations sebagai berikut
a. Pemerintah dengan undang-undangnya, bisa melakukan banyak pembatasan bagi perusahaan, misal dengan kebijakan upah minimum, isu monopoli, pengekangan perdagangan, persaingan harga yang tidak sehat, transportasi, promosi dan aspek bisnis lainnya.
b. Hampir di setiap jalan bisnis dipengaruhi pemerintah yang menetapkan dan memaksakan peraturan bisnis dan menentukan iklim dimana bisnis harus berfungsi.
Hubungan dengan pemerintah (government relations) ditujukan untuk dapat memperlancar jalannya operasional perusahaan.

Pemerintah merupakan pihak yang berkuasa dapat memperlancar tetapi juga menghambat proses bisnis perusahaan oleh karena itu dalam hubungannya dengan pemerintah perlu membangun hubungan yang baik. Karena hubungan dengan pemerintah (government relations) memiliki tiga fungsi penting yang meliputi
a. Fungsi Prediksi (Predictable) : Hubungan ini dapat digunakan untuk memprediksi tentang kebijakan pemerintah hubungannya dengan preusan.
b. Penghitungan (Accountable) : Kondisi perusahaan harus dipertanggung-jawabkan. Kebijakan perusahaan mengenai pajak, insentif, perburuhan dan lain sebagainya sangat menentukan perusahaan.
c. Legislatif : Terkait dengan peraturan perundang-undangan. Pendekatan terhadap eksekutif dan legislatif sangat penting agar kebijakan pemerintah dan perundang-undangan dapat menjamin masa depan perusahaan.

Government relations memiliki tugas:
a. Menggali data dari pemerintah
b. Monitoring & interpretasi langkah-langkah pemerintah
c. Menyampaikan feed back dari perusahaan atas berbagai kebijakan pemerintah
d. Membangun posisi
e. Mendukung pemasaran

Government relations memiliki posisi yang penting bagi perusahaan, arti penting government relation adalah menciptakan keselarasan antara berbagai kebijakan pemerintah dengan perusahaan (investasi, kerja sama dagang, pajak dll, memberikan jaminan perlindungan disaat krisis dan mempercepat proses birokrasi atas berbagai kepentingan perusahaan

Hubungan dengan pemerintah tidak dapat dilepaskan dari kegiatan lobbi dan negoisasi dengan pemerintah. Lobby merupakan kegiatan yang dilakukan secara informal untuk mendekati pemerintah sedangkan negoisasi merupakan kegiatan perundingan. Dalam berhubungan dengan pemerintah perlu mengadakan dua pendekatan yaitu secara resmi maupun tidak resmi.Lobby-lobby dalam government relation dalam dilakukan dalam bentuk:
a. Lobby langsung (konvensional)
Contoh : Mengadakan Pertemuan Langsung dengan pemerintah
b. Grass Roots Lobbying
Artinya melibatkan masyarakat atau massa untuk melakukan proses lobbying
Contoh : Memberikan argumen atau pengertian kepadapemerintah bahwa perusahaan ini memiliki hubungan atau kepentingan dengan public/masyarakat
c. Political Action Committees (PACs)
Artinya Melibatkan Masyarakat atau Massa namun dengan konsep yang formal dan adanya kemungkinan unsur politik.

Internal Relations



Internal Relations



Internal Public Relations
Kegiatan Internal Public Relations merupakan kegiatan yang ditujukan untuk publik internal organisasi/perusahaan. Publik internal adalah keseluruhan elemen yang berpengaruh secara langsung dalam keberhasilan perusahaan, seperti  karyawan, manajer, supervisor, pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya
Melalui kegiatan Internal Public Relations diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan publik internal dari organisasi/perusahaan. Dengan hubungan yang harmonis antara pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan maka akan tercipta iklim kerja yang baik. Dengan begitu kegiatan operasional perusahaan akan berjalan dengan lancar.
á´¥   Kegiatan hubungan internal yang dilakukan oleh seorang Public Relations Officers, yaitu
a.      Hubungan dengan karyawan (employee relations)
Seorang PR harus mampu berkomunikasi dengan segala lapisan karyawan baik secara formal maupun informal untuk mengetahui kritik dan saran mereka sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dalam organisasi/perusahaan. Seorang PR harus mampu menjembatani komunikasi antara pimpinan dan karyawan. Karena dengan diadakan program employee relations diharapkan akan menimbulkan hasil yang positif yaitu karyawan merasa dihargai dan diperhatikan oleh pimpinan perusahaan. Sehingga dapat menciptakan rasa memilki (sense of belonging), motivasi, kreativitas dan ingin mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin.
b.      Hubungan dengan pemegang saham (stockholder relations)
Seorang PR juga harus mampu membina hubungan yang baik dengan pemegang saham, serta mampu mengkomunikasikan apa yang terjadi dalam organisasi/perusahaan. Karena sebagai penyandang dana, mereka harus selalu tahu perkembangan perusahaan secara transparan agar dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap perusahaan. Dengan demikian akan menghilangkan kesalahpahaman dan kecurigaan terhadap perusahaan.
► Contoh public internal PR dalam suatu perusahaan :
·         Pimpinan:  Memegang kendali agar perusahaan tetap kokoh
·         Pemegam saham:  Membantu pimpinan dalam mengendalikan perusahaan
·         Karyawan:  Secara tidak langsung dan langsung ikut serta mengendalikan perusahaan
·         Peraalatan perusahaan:  Kalau tidak ada peralatan,perusahaan tdiak dapat memproduksi produk
·         Produk:              Merupakan bagian internal terpenting dalam suatu perusahaan.
·         Gaji:  Kalau gaji layak maka karyawan akan semakin giat untuk memproduksi produk.
Strategi Komunikasi


Riset Public Relation


Riset  Pubic Relation

praktisi public relations selalu punya waktu untuk melakukan riset sebelum mereka memulai suatu program ataupun aktivitas. Selain itu, organisasi yang bekerja sama dengan mereka biasanya akan meminta hasil riset tersebut sebagai elemen inti pengembangan strateginya.

Riset yang dilakukan public relations  memiliki potensi menjadi fondasi untuk membangun si public relations yang lebih baik selain membangun organisasi bersangkutan itu sendiri. Praktisi public relations bisa menggunakan hasil risetnya untuk mengembangkan strategi dan program kemudian mengevaluasi hasilnya.

Peran Riset dalam Praktek Public Relations
Misalnya, seorang CEO bertanya, apa saja yang sudah dicapai berbagai departemen di perusahaannya selama beberapa tahun belakangan ini, si CEO ini ingin tahu bagaimana setiap departemen berkontribusi pada tujuan pencapaian organisasinya. Nah, bagi departemen public relations, pencapaian tidak hanya dilihat dari berapa banyak siaran media yang dibagikan, newsletter pegawai yang diterbitkan, atau jumlah orang yang mengunjungi situs internalnya. Semua yang disebut tadi hanyalah output-nya.

Yang sebetulnya harus dicapai oleh departemen Public Relations adalah seberapa besar kontribusi mereka pada kesuksesan bisnis organisasinya. Bagaimana caranya mereka mempengaruhi perilaku atau sikap publik yang bisa membuat organisasinya lebih baik? Di sinilah riset yang dilakukan oleh Public relations sangat berperan dalam mengindentifikasi isu-isu penting yang berhubungan dengan ruang lingkup kerjanya, lalu mengembangkannya menjadi strategi public relations, serta menggunakannya untuk mengukur pengaruh program tersebut terhadap perusahaan. Tanpa adanya riset, praktisi akan mendapatkan output yang kecil dengan mengandalkan dugaan-dugaan atau asumsi belaka sebagai bahan laporan. Tanpa adanya riset, praktisi tidak bisa menunjukkan bagaimana caranya suatu program public relations  dapat menggerakkan perubahan.

Apa Kegunaan Riset PR

Riset public relations menyediakan fondasi bagi apapun yang ingin dilakukan seorang komunikator, termasuk di dalamnya mengidentifikasi dan memahami kelompok publik yang dijadikan target utama, menggarap isu-isu penting, mengembangkan strategi organisasional dan public relations dan mengukur hasilnya (Gronstedt, 1997). Hasil riset juga bisa digunakan untuk membuat publikasi, seperti yang disebutkan dalam hasil survei bahwa organisasi dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan publikasi.

The Institute of Public Relations mengidentifikasi delapan grup penting yang berkomunikasi dengan organisasi public relations. Kedelapan grup ini meliputi komunitas, perusahaan (pegawai, persatuan pegawai, manajer), pelanggan, suppliers, pasar uang, distributor dan vendor, calon pegawai, dan pemuka masyarakat (media, kelompok aktivis) (Oliver, 2001). Ada pula grup-grup yang lebih kecil daripada mereka. Memang tidak banyak organisasi yang memiliki sumber daya untuk menjaga hubungan baik yang kuat dengan berbagai grup setiap waktu walaupun tidak terlalu diperlukan. Riset juga membantu departemen public relations mengidentifikasi target utama mereka dan isu-isu yang berhubungan, maka organisasi pun dapat memfokuskan perhatiannya pada area-area yang paling berpengaruh dan bernilai.

Riset juga membantu identifikasi pengetahuan, kecenderungan dan perilaku sehari-hari publik, sumber-sumber informasi mana yang mereka percaya dan bagaimana cara mencapainya dengan mudah. Grunig et al. (2002) menemukan bahwa riset memegang peranan penting bagi organisasi dalam merespon publiknya atau dalam hal ini, para aktivis. “Departemen public relations yang hebat dapat memetakan [lewat riset] dan secara berkesinambungan menyuarakan pesannya, terutama pengambilan keputusan kepada publik, terutama aktivis” (hal. 27). Departemen yang hebat juga akan menggunakan riset untuk merencanakan dan mengevaluasi program-program komunikasi mereka.

Ingatlah bahwa tujuan dari kampanye public relations adalah tampil beda dan mendobrak penghalang yang tercipta antara produk dan pasarnya, ide atau jasa. Contoh dari penghalang ini adalah resesi ekonomi atau komunitas yang kompetitif. Strategi yang tepat akan dapat mengalahkan dan mendobrak penghalang ini dengan lebih efisien. Dengan riset, kita akan bisa membantu suatu produk menyusun strategi dan menciptakan kampanye PR maupun marketing yang baik. Namun sekali lagi, hanya waktulah yang akan menentukan apakah strategi kita berhasil atau tidak.

Management Crisis

Manajement Crisis

 

 management crisis  adalah proses yang membahas organisasi dengan sebuah peristiwa besar yang mengancam merugikan organisasi, stakeholders, atau masyarakat umum. Ada tiga elemen yang paling umum untuk mendefinisi krisis: ancaman bagi organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat. Berbeda dengan manajemen risiko, yang melibatkan menilai potensi ancaman dan menemukan cara terbaik untuk menghindari ancaman. Sementara manajemen krisis berurusan dengan ancaman yang telah terjadi. Jadi manajemen krisis dalam pengertian yang lebih luas merupakan sebuah keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengatasi situasi yang serius, terutama dari saat pertama kali terjadi sampai ke titik pemulihan kembali.jemen krisis adalah proses yang membahas organisasi dengan sebuah peristiwa besar yang mengancam merugikan organisasi, stakeholders, atau masyarakat umum. Ada tiga elemen yang paling umum untuk mendefinisi krisis: ancaman bagi organisasi, unsur kejutan, dan keputusan waktu singkat. Berbeda dengan manajemen risiko, yang melibatkan menilai potensi ancaman dan menemukan cara terbaik untuk menghindari ancaman. Sementara manajemen krisis berurusan dengan ancaman yang telah terjadi. Jadi manajemen krisis dalam pengertian yang lebih luas merupakan sebuah keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengatasi situasi yang serius, terutama dari saat pertama kali terjadi sampai ke titik pemulihan kembali.

Pengelohan sosial media


Pengolahan Sosial Media


Bagi sebagian orang belum menyadari bahwa mengelola sebuah account social media memerlukan pengelolaan (management social media) yang baik dan teratur untuk mencapai tujuan (goal) dari kegiatan di socmed. Untuk itu diperlukan segenap persiapan sebelum menjalankan socmed, antara penetapan tujuan, apakah untuk meningkatkan penjualan (sales), pencitraan individu (personal branding), atau untuk berbagi pembelajaran (social sharing).

Umumnya ada 3 platform sosmed yang populer saat ini digunakan oleh perusahaan, lembaga dan publik figur, yaitu twitter, Fb Page dan instagram. Ketiga aplikasi itu tersedia di smartphone dan website, sehingga memudahkan dalam pengelolaan. Twitter, sebuah aplikasi micro blogging yang efektif untuk menyebarkan informasi secara cepat, FB Page untuk memberikan pendalaman informasi yang di posting di twitter, dan Instagram merupakan sarana menarik perhatian melalui media grafis dan video. Sebuah pesan bisa dijabarkan dalam 3 format, gambar, video dan teks, dan masing-masing platform tersebut mampu menjadi sarana yang efektif untuk distribusi (share) di media sosial.

Langkah mewujudkan pengelolaan sosial media yang efektif adalah sebagai berikut :

A. Strategi Media

Pengembangan cara - cara untuk meraih tujuan dari pengelolaan sosial media, ada bermacam tujuan dalam pengelolaan sosmed, antara lain : penjualan, pencitraan, social sharing, dll. Dengan menetapkan langkah - langkah yang jelas akan mempermudah dalam mengelola sosial media dan dapat mengukur seberapa jauh tingkat keefektifannya.

B. Perbaharui Informasi

Setelah penetapan strategi, langkah berikutnya adalah memperbaharui informasi tentang lembaga / perusahaan / personal melalui posting di medsos, misalnya aktifitas yang dilakukan setiap hari, minggu, dan bulan.

C. Membuat Jadwal Bulanan

Seperti halnya pengelolaan sebuah media konvensional, kegiatan di media sosial sebaiknya menyusun jadwal kegiatan per bulan, dimana dalam setiap event - event dalam satu bulan itu akan diinformasi kepada publik / followers. Kegiatan ini memudahkan kita dalam menyusun materi / content beberapa waktu ke depan, sebab persiapan material content, baik dari sisi copy, disain dan editing.

D. Posting secara teratur

Posting atau mengeposkan pesan secara teratur dan terukur menjadi bagian penting dalam pengelolaan sosmed, artinya tidak asal posting yang reaksioner. Kegiatan posting perlu dijadwal secara teratur dan pesan yang tertentu yang menyesuaikan pola waktu dari target / sasaran kita.

E. Tanggapi Komentar dengan Bijak

Admin sosial media, sebaiknya secara teratur membaca setiap komentar yang masuk, biasanya komentar - komentar tersebut dibagi 2, yaitu yang mendukung dan yang anti (haters). Untuk menghindari kesalahpahaman, sebaiknya admin membalas semua komentar, baik yang positif dan negatif dengan mengucapkan terima kasih atas tanggapannya. Tapi admin juga menghapus komentar- komentar yang bersifat fitnah atau merusak karakter untuk mencegah followers terprovokasi.

F. Manage Followers

Salah satu langkah memberikan treatment yang baik kepada followers dengan mengelompokkan followers berdasar kriteria tertentu. Misalnya berdasarkan lokasi, minat, keaktifan, dll.

G. Mengiklan sosmed

Selain mengelola dengan teratur, tidak ada salahnya bila untuk mengangkat followers atau audience kita melalukan promosi lewat facebook atau google adsense account sosial media. Tujuannya agar segment followers / audience lebih luas, menembuas batas kelompok dan teritorial, terutama untuk sosmed yang ditujukan untuk sales atau personal branding sangat diperlukan langkah ini.

H. Evaluasi

Secara periodik kita perlu mengevaluasi kegiatan di sosmed, apakah sudah sesuai dengan target, atau justru keluar dari target. Banyak hal yang akan kita temui dalam jangka waktu tertentu, misalnya minat followers terhadap topik ternyata tidak sesuai harapan, atau justru sebaliknya. Dalam hal ini perlu kita evaluasi faktor -faktor penyebabnya untuk mengambil langkah kemudian.

I. Memperbaharui fitu

Platform sosial media setiap hari mengalami pengembangan dalam sisi fitur, entah itu yang dikembangkan oleh developer itu sendiri atau pihak ketiga yang mendukungnya. Untuk itu kita perlu mengamati dengan seksama, apakah fitur - fitur itu bisa membantu kita membangun pertunangan (engagement) lebih baik dengan followers. Misalnya, instagram menambah fitur video dengan durasi lebih panjang, fitur ini bisa kita manfaatkan untuk posting video profil atau video explanary.


Platform sosial media setiap hari mengalami pengembangan dalam sisi fitur, entah itu yang dikembangkan oleh developer itu sendiri atau pihak ketiga yang mendukungnya. Untuk itu kita perlu mengamati dengan seksama, apakah fitur - fitur itu bisa membantu kita membangun pertunangan (engagement) lebih baik dengan followers. Misalnya, instagram menambah fitur video dengan durasi lebih panjang, fitur ini bisa kita manfaatkan untuk posting video profil atau video explanary.





Minggu, 24 Maret 2019

Tokoh Public Relation Versi Saya

Edward Bernays

Edward Louis James Bernays (22 November 1891 - 9 Maret 1995) adalah pelopor Austria-Amerika di bidang hubungan masyarakat dan propaganda, yang disebut dalam obituari sebagai "ayah dari Hubungan masyarakat ".  Bernays dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang Amerika yang paling berpengaruh di abad 20 oleh majalah Life. Dia adalah subyek biografi panjang penuh oleh Larry Tye yang disebut Bapa Spin (1999) dan kemudian sebuah film dokumenter pemenang penghargaan 2002 untuk BBC oleh Adam Curtis berjudul The Century of the Self.

Kampanyenya yang paling terkenal mencakup upaya 1929 untuk mempromosikan merokok wanita dengan merek rokok sebagai "Obor Kebebasan" feminis dan karyanya untuk United Fruit Company terkait dengan penggulingan pemerintah Guatemala pada tahun 1954. Dia bekerja untuk puluhan perusahaan Amerika besar. Termasuk Proctor and Gamble dan General Electric, dan untuk instansi pemerintah, politisi, dan organisasi nirlaba.
Informasi lebih lanjut: Kampanye hubungan masyarakat Edward Bernays
Klien perusahaan ternama Bernays termasuk Procter & Gamble, the American Tobacco Company, Cartier Inc., Best Foods, CBS, United Fruit Company, General Electric, Dodge Motors, ahli fluoridasionis dari Dinas Kesehatan, Knox-Gelatin, dan banyak lainnya.

Bernays berusaha membantu perusahaan jaring rambut Venida agar wanita lebih banyak memakai rambut mereka sehingga mereka bisa menggunakan hairnets lebih banyak. Kampanye tersebut gagal namun membuat pejabat pemerintah meminta hairnets untuk beberapa pekerjaan.

Bernays bekerja dengan Procter & Gamble untuk sabun bar Brand Gading. Kampanye berhasil meyakinkan orang bahwa sabun Gading secara medis lebih unggul dari sabun lainnya. Dia juga mempromosikan sabun melalui kontes mematung dan mengambang karena sabunnya melayang lebih baik daripada produk yang bersaing.

Bernays menggunakan gagasan pamannya Sigmund Freud untuk membantu meyakinkan masyarakat, antara lain, bahwa bacon dan telur adalah sarapan ala Amerika yang sebenarnya. 

Pada 1930-an, kampanye Dixie Cup-nya dirancang untuk meyakinkan konsumen bahwa hanya cangkir sekali pakai yang bersifat sanitasi dengan menghubungkan citra cangkir yang meluap dengan gambar subliminal tentang vagina dan penyakit kelamin. 

Dia adalah direktur publisitas untuk Pameran New York World tahun 1939. 

Seleksi lain dari makalahnya, Typescript on Publicizing the Physical Culture Industry, 1927: "Bernarr Macfadden", mengungkapkan pendapat Bernays tentang pemimpin gerakan budaya fisik. Namun klien lain, department store visioner Edward A. Filene, adalah subyek dari Typescript di Boston Department Store Magnate. Bernays 'Typescript tentang Pentingnya Samuel Strauss: "1924 - Kehidupan Pribadi" menunjukkan bahwa penasihat hubungan masyarakat dan istrinya adalah penggemar kritikus konsumerisme Samuel Strauss.

Dari sekian banyak bukunya, mengkristal Opini Publik (1923) dan Propaganda (1928) mendapat perhatian khusus sebagai usaha awal untuk mendefinisikan dan berteori bidang hubungan masyarakat. Mengutip karya penulis seperti Gustave Le Bon, Wilfred Trotter, Walter Lippmann, dan pamannya sendiri Sigmund Freud, dia menggambarkan massa sebagai tidak masuk akal dan tunduk pada naluri - dan menjelaskan bagaimana praktisi yang terampil dapat menggunakan psikologi kerumitan dan psikoanalisis untuk mengendalikan mereka. Dengan cara yang diinginkan.
Sebagian besar reputasi Bernays saat ini berasal dari kampanye perserikatannya yang terus-menerus untuk membangun reputasinya sendiri sebagai "Humas No. 1 Amerika. Selama masa aktifnya, banyak rekan-rekannya di industri ini tersinggung dengan promosi diri berkelanjutan Bernays. Menurut Scott Cutlip, "Bernays adalah orang brilian yang memiliki karir yang spektakuler, namun, untuk menggunakan kata kuno, dia adalah seorang pembual."

Bernays menarik perhatian positif dan negatif atas pernyataan besarnya tentang peran humas di masyarakat. Reviewer memuji Crystallizing Public Opinion (1923) sebagai studi perintis tentang pentingnya sesuatu yang disebut opini publik. Propaganda (1928) lebih banyak mendapat kritik atas advokasi manipulasi massa.

Pada 1930-an, kritiknya menjadi lebih keras. Sebagai tokoh terkemuka dalam hubungan masyarakat dan pendukung propaganda yang terkenal, Bernays dibandingkan dengan fasis Eropa seperti Joseph Goebbels dan Adolf Hitler.  (Bernays sendiri menulis dalam otobiografinya pada tahun 1965 bahwa Goebbels membaca dan menggunakan bukunya.)

Alih-alih mundur dari sorotan, Bernays terus memainkan gagasannya-misalnya, yang menyatakan dalam pidato 1935 kepada Asosiasi Pengiklan Keuangan bahwa orang-orang kuat (termasuk humas) harus menjadi simbol manusia untuk memimpin massa. Pada kesempatan lain, dia mempermalukan pesan ini dengan gagasan bahwa, sementara propaganda tidak dapat dielakkan, sistem demokrasi memungkinkan pluralisme propaganda, sementara sistem fasis hanya menawarkan satu propaganda resmi.

Pada saat yang sama, Bernays dipuji karena keberhasilan, kebijaksanaan, pandangan ke depan, dan pengaruhnya yang nyata sebagai pencetus hubungan masyarakat.

Sementara pendapat berkisar negatif terhadap positif, ada kesepakatan luas bahwa propaganda memiliki efek yang kuat pada pikiran publik.  Menurut John Stauber dan Sheldon Rampton, dalam sebuah ulasan yang diterbitkan terhadap biografi Larry Tye tentang Bernays:

Tidak mungkin untuk secara fundamental memahami perkembangan sosial, politik, ekonomi dan budaya dari 100 tahun terakhir tanpa ada pemahaman tentang Bernays dan ahli warisnya di industri hubungan masyarakat. PR adalah fenomena abad ke-20, dan Bernays-secara luas memuji sebagai "bapak kehumasan" pada saat kematiannya pada tahun 1995 - memainkan peran utama dalam mendefinisikan filosofi dan metode industri.
Akibatnya, warisannya tetap menjadi topik yang sangat diperebutkan, sebagaimana dibuktikan dengan dokumenter BBC karya Adam Curtis pada tahun 2002.

Tulisan Tentang Radio C/ Candradimuka TV


Lembaga Penyiaran Komunitas adalah lembaga penyiaran yang menyelenggarakan penyiaran radio atau televisi, yang memberikan pengakuan secara signifikan terhadap peran supervisi dan evaluasi oleh anggota komunitasnya, melalui sebuah lembaga supervisi yang khusus didirikan untuk tujuan tersebut
Menurut UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Lembaga Penyiaran Komunitasmerupakan lembaga yang bergerak di bidang pelayananan siaran yang berbentuk badan hukum Indonesia, didirikan oleh komunitastertentu, bersifat independen, dan tidak komersial, dengan daya pancar rendah, luas jangkauan wilayah terbatas, serta untuk melayani kepentingan komunitasnya.

Televisi Komunikasi di PalembangSunting

  • Candradimuka TV (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Candradimuka, Palembang)
  • Masjid Agung Palembang Televisi (MAPTV), Palembang

Pembukaan S2 Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka Palembang

 

Latar belakang berdirinya S2 Komunikas ini karena untuk menghadapi perkembangan zaman, di era revolusi sekarang kita membutuhkan perkembangan ilmu-ilmu bagi masyarakat dalam menghadapai persaingan, Prodi S1 komunikasi STISIPOL Candradimuka merupakan prodi tertua di Sumatera Selatan yang saat ini  berusia 51 tahun.

Perlu Bapak/Ibu ketahui, bahwa Program pasca sarjana (S2) Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka merupakan lembaga dengan latar belakang perkembangan di daerah revolusi dan membutuhkan pekembangan ilmu bagi masyarakat .

Orang-orang yang terlibat dalam proses S2 Komunikasi STISIPOL Candradimuka ini antara lain upjm, uppm, prodi  komunikasi, BAU, BAAK, bidang 3 kemahasiswaan, dan ketua Stisipol candradimuka Ibu Dr. Hj. Lishapsari Prihartini M.S.i

Program pasca sarjana S2 komunikasi ini kemarin ingin menjadi yang pertama di Sumatera Selatan tetapi dikarenakan kendala SDM yang khususnya dosen pada waktu itu kurang dari 6 orang dosen S3. Proses pembangunan S2 komunikasi ini hampir sama dengan pendahulunya S2 MAP mulai dari sarana prasarana sampai ke SDM yang harus sesuai dengan keperluan zaman.

Program pascasarja (S2) Ilmu Komunikasi STISIPOL Candramuka Palembang telah mengambil surat kerja di Lampung dan diserahkan oleh kepala L2DIKTI Bapak Slamet Widodo dan diterima langsung ketua yayasan Bapak Yudi Dewanto. Dengan ini program pasca sarjana S2 komunikasi STISIPOL resmi di buka