Sinematografi adalah ilmu yang membahas tentang teknik dalam pengambilan gambar dan mengabungkan gambar sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide dan cerita dalam bentuk video. Orang yang bekerja sebagai sinematografi bernama sinematografer, perlu diketahui pula bahwa sinematografer berbeda dengan videografer.
Dalam dunia produksi film, seorang sinematografer bisa juga disebut DOP (Director of Photography). Sinematografer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab atas kru kamera dan lighting. Jadi sinematografer memiliki kasta lebih tinggi diatas seorang videografer dan lighting. Selain itu seorang sinematografer bertanggung jawab langsung kepada sutradara tentang apa yang diinginkannya mulai dari hal teknik, pengambilan gambar, penggunaan lensa, kamera movement, pencahayaan, komposisi, penggunaan filter dan masih hal teknis lainnya.
Perbedaan videografer dan sinematografer sudah jelas diatas, tetapi sekarang ini banyak para videografer yang menyebut dirinya seorang sinematografer. Hal ini pertama kali muncul karena perkembangan teknologi adanya video digital, banyak para videografer yang menggunakan istilah-istilah sinematografer. Dengan semakin populernya kamera DSLR yang mampu merekam gambar berkualitas memberikan kontribusi besar, salah satunya pergeseran untuk seorang videografer yang dianggap setara kameramen acara pernikahan.
Teknik Dasar Sinematografi
Ada 5 teknik dasar sinematografi apa aja sebagai berikut :
1. Extreme Long Shot
Extreme Long Shot adalah teknik yang digunakan dalam pengambilan gambar awal yang menunjukan set lokasi suatu adegan atau isi dalam cerita. Teknik ini menggunakan kamera lensa wide agar semua objek bisa masuk dalam frame. Dalam teknik dasar sinematografi, extreme long shot ini rule of third perlu diaplikasikan dengan benar agar komposisi gambar menjadi menarik untuk dilihat.
2. Very Long Shot
teknik very long shot menggunakan area yang memperlihatkan seluruh tubuh dari objek agar tidak terpotong dalam frame. Teknik ini lanjutan dari extreme long shot sehingga fokusnya utamanya pada subjek dengan segala pengambilan gambar tanpa ada bagian yang terpotong oleh frame. Objek utama dalam teknik very long shot ini juga menjadi highlight utama dalam pengambilan gambar.
3. Long Shot
Teknik long shot dalam sinematografi adalah untuk membuat para mata penonton kelihat keleluasaan dari objek, dalam istilah lain bisa disebut landscape format size. Teknik long shot ini biasanya digunakan saat opening shot sebuat film atau video, yang pasti Anda tetap harus mengedepankan aturan rule of third.
4. Medium Close Up
Teknik medium close up dikenal dengan teknik mengambil gambar setengah badan. Teknik ini banyak dipakai dalam sesi wawancara karena gambar yang dihasilkan lebih dinamis bisa melihat semua pergerakan setengah badan dengan detail, sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Agar bervariasi, dalam melakukan teknik medium close up usahakan menggunakan kamera lebih dari satu, agar angle video yang dihasilkan bisa berbeda. Contoh video wawancara kamera dari depan, medium shot selebah kiri atau medium shot sebelah kanan.
5. Close up
Close up menjadi teknik yang paling populer, banyak para sinematografer menggunakan teknik ini. Komposisi gambar yang diambil adalah berfokus pada wajah orang langsung. Teknik ini cocok juga digunakan dalam sesi wawancara karena bisa melihat dengan jelas ekspresi orangnya mulai dari .
Lakukan percobaan berulang agar Anda semakin mahir dalam menggunakan kamera. Tidak lupa juga Anda harus menguasai fitur-fitur kamera yang Anda miliki agar hasilnya lebih baik lagi.

Mana cara kreatif belajar Sinematografinya?
BalasHapus